| Camping at Ngarigo |
| @Mount Kosciuszko |
| @Ferryman's Cafe, Lake Entrance |
| Siberia |
| Thredbo Diggings |
| View from Kozzie |
Sebuah cerita tentang kami: siapa dan darimana kami, sedang dimana kami, dan mimpi-mimpi kami. Juga hal-hal kecil yang mungkin tak berarti bagi orang lain, tapi memberi makna pada hidup kami. Blog ini sekedar tempat berbagi cerita perjalanan kami. Diawali dari sepenggal kisah cinta kami di kampus hijau IPB. Hijrah ke negeri jiran Malaysia, kembali ke Bogor kota penuh kenangan, perjalanan kami di Australia saat ini ... dan mungkin berlanjut entah kemana arah angin akan membawa kami nantinya.
| Camping at Ngarigo |
| @Mount Kosciuszko |
| @Ferryman's Cafe, Lake Entrance |
| Siberia |
| Thredbo Diggings |
| View from Kozzie |
![]() |
| Farewell at Gull Bus Station |
On Saturday 11th of March, my family went to Erskine Falls in Lorne. It was so EXCITING! First we got prepared and got dressed. Then we drove to Bellarine Village to buy some fruits. While mum was shopping, dad told me what time it was, the distance and where we were. I wrote it down in my notebook.
Tahun 1850-an di Australia dikenal sebagai gold rush - masa pencarian & penemuan emas besar-besaran. Kabar penemuan emas di Australia menyebabkan migrasi bangsa Eropa dan Asia terutama China ke Victoria. Banyak pemukiman dan kota baru lahir karena penambangan emas. Salah satunya kota Ballarat yang terletak 110km arah barat kota Melbourne. Ballarat dibangun dari emas hasil penambangan di Sovereign Hill - sebuah bukit emas disebelah selatan pusat kota. Bongkahan emas (nugget) terbesar kedua didunia ditemukan di Sovereign Hill pada musim dingin 1859. Emas seberat 67kg yang dikenal sebagai Welcome Nugget ini mempunyai kadar kemurnian 99,6% sehingga dihargai 10,050 pound sterling.
Hari ini Chika dan Caca napak tilas expedisi pencarian emas di Sovereign Hill bersama ratusan penambang emas amatir. Chika dan Caca semangat sekali mendulang emas di Red Hill Mine dimana Welcome Nugget ditemukan. Dengan harapan akan menemukan Welcome Nugget jilid 2, hi...hi. Chika menemukan "emas" dan menjualnya ke Waterloo Store - toko emas yang terletak dipinggir sungai. Seperti semua bangunan di Sovereign Hill, toko emas ini masih dipertahankan seperti aslinya, bahkan penjaga tokonya juga memakai baju ala 1850-an. Hasil 'penjualan emas" yang ditemukan Chika "dipakai" untuk beli es krim. Chika pilih rasa English Toffee kesukaannya, sementara Caca lebih suka menjilati permen Rasberry sampai mulutnya cemong gak karuan.
Walaupun saat ini sudah tidak ada emas lagi di Sovereign Hill, tetapi kota emas ini masih hidup, mungkin malah lebih ramai dari jaman gold rush tahun 1850-an. Bukan sebagai kota tambang emas tapi sebagai kota wisata. Tambang emas, gubuk tempat tinggal para pendulang, toko tempat jual beli emas, toko permen, es krim, pandai besi, kantor pos, bank, kereta kuda, bahkan pakaian "penduduknya" masih sama seperti tahun 1850-an. Tidak heran jika Sovereign Hill berhasil menyabet predikat Australian Tourism Awards.
Minggu pertama musim gugur. Suhu udara kembali normal 15-25oC. Hujan gerimis (orang Geelong menyebutnya spitting) juga mulai turun. Walaupun hanya beberapa puluh milimeter tetapi cukup untuk meredakan kebakaran yang menghanguskan Victoria dalam 3 minggu terakhir (lihat cerita tentang kebakaran di postingan Bushfire). Karena pemerintah mengumumkan bahwa kebakaran sudah reda, hari minggu ini kami jalan-jalan ke Ballarat - 90 km dari Geelong ke arah barat laut. Driving di Midland Highway A300 cukup menyenangkan, jalanan sepi sehingga kami dapat menikmati pemandangan dengan leluasa. Karena kekeringan, hanya kebun anggur yang tampak hijau. Hamparan padang rumput di peternakan sapi dan domba telah kering meranggas berwarna kuning kecoklatan. Tak heran sangat mudah terbakar. Apalagi pada saat musim panas ketika angin kencang dan suhu mencapai 45oC.
Setelah menempuh perjalanan selama 75 menit, kami tiba di kota Ballarat. Ballarat berasal dari bahasa Aborigin yang berarti tempat peristirahatan. Tujuan pertama kami adalah Begonia Festival di Botanical Garden. Ada 500 Begonia dari 150 varietas yang dipamerkan. Agak berbeda dengan Begonia koleksi Ibu di Malang yang tidak satupun berbunga, Begonia yang ada di pameran ini berbunga warna-warni ada merah, pink, orange, kuning, putih. Mungkin Begonia koleksi Ibu adalah varietas evergreen yang memang tidak berbunga. Gimana ya caranya ngirim Begonia dari Ballarat ke Malang? Ibu mertua pasti senang dapat tambahan koleksi Begonia. Kalo lihat photo Begonia yang warna-warni, Ibu mertua pasti langsung pengin ke Geelong. "Untung" Ibu mertua gaptek, gak pernah berkunjung ke blog ini. Jadi gak perlu repot-repot ngantar ke Ballarat, he...he.
Kami juga sempat naik tram “keliling” Lake Wendouree. Kebetulan hari ini tram gratis. Senang buanget dapat gratisan ... maklum keluarga mahasiswa. Menurut sejarah, pesisir Lake Wendouree merupakan tempat berkemah suku Wathaurong selama upacara adat. Tempat ini juga menjadi pusat perdagangan (barter hasil perburuan) suku Wathaurong yang tinggal di Ballarat dan sekitarnya. Kanguru, emu dan angsa hitam yang hanya ada di Australia sangat melimpah di Ballarat. Lake Wendouree dan sungai di sekitarnya juga kaya akan ikan salmon, whiting, mullet dan garfish. Kedamaian hidup suku Wathaurong ini sirna ketika kolonial Inggris datang dan merampas tanah adat mereka pada tahun 1835. Bukan hanya merampas hak orang Aborigin, orang Eropa juga menyebarkan penyakit flu dan cacar yang menyebabkan kematian masal suku Wathaurong. Lake Wendouree bukan hanya menjadi saksi bisu keserakahan kolonial Inggris tetapi juga menjadi bukti ganasnya perubahan iklim dan pemanasan global. Pada saat Olimpiade Melbourne tahun 1956, cabang dayung diselenggarakan di Lake Wendouree. Tetapi sekarang danau yang kaya akan sumber daya alam dan punya catatan sejarah panjang ini kering kerontang. Chika dan Caca bahkan sempat berlarian di tengah danau, bukan sulap bukan sihir! "Untung" danau ini ada di Austalia dimana fasilitas umum sangat dilindungi sehingga tidak dikapling-kapling menjadi perumahan mewah.



Puncak musim panas di Geelong. Minggu ini suhu sangat panas, puncaknya hari Kamis lalu ketika suhu mencapai 45oC. Diperkirakan hawa panas akan berlangsung selama 2 minggu. Weleh..weleh, penderitaan kami masih harus diperpanjang seminggu lagi. Hawa panas ini hasil kiriman dari 'The Red Centre' - gurun pasir di tengah benua Australia. Kalau sedang musim panas, 'The Red Centre' biasanya iseng mengirimkan angin kencang berhawa panas. Mirip kota Bogor yang iseng mengirimkan banjir ke Jakarta di bulan Januari-Februari. Waktu di Bogor dulu kami sering bercanda, kalau kami yang di Bogor kencing bareng, Jakarta yang kebanjiran, he..he. Sekarang kami yang kena batunya, dapat kiriman hawa panas dari gurun. 'Untung' hawa panas begini biasanya hanya berlangsung 2 minggu. 'Keuntungan' yang lain, hawa panas ini juga memanaskan air laut sehingga cukup hangat untuk berenang atau surfing. Walaupun disini banyak pantai yang bagus dan bersih, tetapi airnya terlalu dingin. Nah hari ini kami rame-rame ke pantai untuk menikmati air laut yang hangat. Pilihan kami kali ini jatuh ke Torquay - 20 menit dari rumah kami di Geelong. Selain terkenal sebagai produsen Quick Silver, Billabong dan Roxy, kota Torquay juga terkenal dengan pantainya yang indah. Yang agak berbeda dengan kebiasaan di tanah air, orang Aussie bawa tenda ke pantai sehingga bisa seharian bermain/berjemur. Chika & Caca semangat sekali nbantuin pasang tenda, trus buat istana pasir, berenang, dan body surfing. Tahun ini Caca sudah berani body surfing sendirian. Well done, Caca! Berenang lagi, main pasir lagi, body surfing lagi ... tak terasa hari sudah sore dan kulit sudah seperti udang rebus. Maksud hati pengin kulit 'tan' apadaya jadi gosong...
Horee…. Mini golf! Horee…Body surfing! Caca sudah menagih untuk bermain mini golf. Sementara Chika sudah gak sabar mencoba boogie board-nya yang baru (tut) dari garage sale. Menurut prakiraan cuaca, hari ini suhu di Geelong cukup nyaman, maximum 24 derajat. Jadilah hari minggu ini kami meluncur dari Geelong ‘the centre of the world’ menuju Bellarine Adventure Golf yang terletak di Wallington, 18 km arah timur Geelong melalui Bellarine Highway. Setelah memilih bola golf warna warni, Chika dan Caca bergegas menuju ke padang golf. Kami pilih 18 holes mills course. Beruntung sekali kami datang cukup awal, karena ternyata banyak sekali pengunjung yang datang setelah kami, sehingga kadang-kadang harus menunggu untuk bermain di tiap hole. Chika dan Caca sangat menikmati permainan ini, karena mini golf ini ternyata didisain cukup menarik untuk anak-anak dan juga kami, karena di setiap hole ada kejutan yang terkadang membuat kami harus mencari dan menunggu dimana dan bagaimana bola kami akan beraksi. Ada yang berkelana melewati kincir air (mills) atau meluncur serta naik melewati mini tunnel sebelum masuk hole berikutnya. Caca sangat menikmai permainan ini walaupun kadang-kadang dia mulai kesal kalau bolanya gak masuk-masuk, mengingat motoriknya memang belum sematang Chika. Kami bertiga selalu memberi semangat kalau dia tidak bisa memasukkan bola. Di sini anak-anak juga mendapat pelajaran untuk saling mendukung dalam satu tim serta tetap sportif dalam permainan (gak boleh curang… ya!, kalau harus kena penalti ya diterima). Bagi Chika permainan ini sangat mengasyikkan dan penuh tantangan (dia ingin mencoba 36 holes mountain course yang lebih sulit, lain kali lagi ya sayang… dah laper nih kita!) Permainan golfpun berakhir di hole 18 eh…”ping!” bolanya kok hilang! Oh ternyata bolanya meluncur sendiri ke keranjang di resepsionis setelah melewati tunnel yang cukup panjang. Dan… hasil terakhir ibu dan Caca memecahkan rekor … terburuk ha..ha..ha… Sisi baiknya, buat pemecah rekor, baik rekor terbaik ataupun terburuk dapat trophy cokelat M&M. yummy!
Sudah waktunya makan siang nih… Perjalanan kamipun berlanjut mencari tempat piknik untuk menyantap bekal makan siang. Kamipun menemukan picnic area di Kensington Park di jalan menuju Ocean Grove. Kami sengaja mencari picnic area yang ada play ground-nya karena Chika & Caca masih sangat menikmati bermain ayunan, perosotan, monkey bar atau balancing. Setelah perut kami cukup kenyang dengan bekal menu makan siang kami yang sederhana: croissant dengan isi keju dan chicken slices kamipun menuju Ocean Grove, 7 km arah selatan Wallington.
Kami sering ke pantai di Ocean Grove, karena selain dekat dengan kota Geelong (berjarak ±25 km), pantai ini terkenal sebagai pantai keluarga. Pantainya landai dan gelombang laut yang tidak begitu tinggi, aman untuk anak-anak. Anak-anak bisa berlarian bebas dan berkejaran dengan gelombang laut, bermain pasir, dan tentu saja body surfing. Inilah salah satu favorit Chika, dan musim panas tentu saja sangat ditunggu-tunggu karena airnya cukup hangat. Tetapi tentu saja bagi kami ya masih tetap terasa dingin berr….berr… Setiap kali ada gelombang datang, Chika sudah bersiap dengan boogie board-nya dan wow… sambil berteriak lepas diapun disapu gelombang. Tertawa lepas… dan siap menantang gelombang kembali. Kami juga senang karena Caca juga mulai percaya diri untuk menantang gelombang , tapi… yang gak terlalu tinggi … Acara di pantai diakhiri dengan bermain di pasir membuat rock pool, pies, dan tentu saja istana pasir.
Jarum jam sudah menunjukkan angka 5 sore, tapi matahari masih tinggi. Karena dimusim panas, matahari terbenam jam 8.45, kamipun melanjutkan perjalanan ke Borough of Queenscliff. Borough (kota kecil) yang hanya berpenduduk sekitar 3.500 ini merupakan salah satu kota terkecil di Victoria. Berjarak 10 km dari Ocean Grove atau 35 km dari Geelong, kota tua di Bellarine Peninsula ini menjadi favorit saya. Queenscliff terletak di ujung timur Bellarine Peninsula, berhadapan dengan Point Nepean di Mornington Peninsula di sisi yang lain. Kedua peninsula (semenanjung) ini mengapit The Rip (selat sempit berarus deras) yang merupakan pintu masuk ke Melbourne melalui laut. Menurut sejarah, kota ini dibangun pada tahun 1863 sebagai benteng pertahanan militer, dimana kapal-kapal perang jaman perang dunia masuk dan keluar kota Melbourne. Tidak heran kalu di kota ini kita jumpai benteng dan mercusuar lengkap dengan sea pilot service. Sepanjang jalan di pusat kota ini kita dapat menikmati bangunan-bangunan tua yang sangat terpelihara karena masih digunakan sebagai tempat untuk layanan publik seperti perpustakaan yang juga menjadi pusat informasi bagi wisatawan, kantor pos yang masih berdiri apik, selaras dengan bangunan café dan butik-butik kuno di sekitarnya. Selain penuh dengan cerita bersejarah, tidak lengkap rasanya kalau ke Queenscliff tidak mampir ke fish & chips. Warung sederhana di Hesse Street ini selalu ramai dikunjungi, sehingga kami harus rela mengantri untuk mendapatkan sebungkus fish & chips dengan saus tomat yang rasanya top markotop. Menurut sumber yang ada di warung ini, saus tomat, saus tartar dan saus yang lain memang produk rumahan (home made) yang dibuat khusus untuk warung ini. Kami paling suka dengan saus tomatnya yang mempunyai perpaduan rasa asam dan manis yang seimbang. Pendamping yang sangat pas bagi ikan whitting dan kentang goreng. Setelah berhasil mendapatkan sebungkus fish & chips kamipun mencari tempat nyaman untuk menyantapnya. Pilihan jatuh di Citizen Park. Di sini kami menyantap fish & chips sambil melihat hilir mudik kapal ferry yang berlayar dari Queenscliff menuju Sorento. Diiringi semilir angin laut, mataharipun perlahan mulai tenggelam di ufuk barat … A stunning sunset in a splendid Sunday evening.

Matahari pagi bersinar cerah, menebarkan udara hangat khas musim panas di Geelong . Hari ini hari terakhir tahun ajaran 2008, hari yang ditunggu-tunggu para pelajar di Victoria. Saat ini Chika duduk di kelas 2 (Year 2) dan Caca di preparation class (persiapan masuk kelas 1). Chika dan Caca sudah tidak sabar menunggu apakah tahun ini akan mendapatkan General Excellence Award (GEA). GEA adalah penghargaan untuk murid terbaik di kelasnya. Kami bersyukur melihat anak-anak berani bermimpi menjadi yang terbaik. Disisi lain, kami tidak tega melihat mereka kecewa ketika gagal. Oleh karena itu, sejak kemarin kami sibuk mempersiapkan Chika dan Caca tentang etika menerima award: kalau berhasil kita bersyukur, kalau gagal kita terima dengan lapang dada, dan yang penting kita tetap bergembira dan memberikan selamat kepada orang lain yang lebih beruntung.
Keuntungan ikut program Hippy antara lain orang tua punya waktu khusus untuk bermain sambil belajar bersama anak (one on one) sehingga memperkuat ikatan emotional antara keduanya. Orang tua juga lebih tahu perkembangan kognitif anak, dan mengenal kelebihan dan kelemahan anak. Bagi Caca, program ini juga sangat membantu ketika doi masuk sekolah, antara lain ia sangat mudah beradaptasi di sekolah dan sudah terbiasa dengan konsep bermain sambil belajar. Walaupun bukan menjadi tujuan utama program Hippy, tetapi Hippy graduate biasanya lebih aktif dan menonjol di kelas.